Puisi-puisi yang lahir dari kegelisahan terhadap zamannya—dan masih mengajak kita mempertanyakan zaman kita sendiri.
Dalam Potret Pembangunan dalam Puisi, W.S. Rendra menghadapkan puisi pada kenyataan sosial. Ia berbicara tentang pembangunan, pendidikan, kemiskinan, ketimpangan, kekuasaan, dan berbagai persoalan yang dialami manusia di tengah perubahan masyarakat.
Sajak-sajak dalam buku ini memperlihatkan salah satu kekuatan Rendra yang paling dikenal: kemampuannya membawa persoalan sosial ke dalam puisi tanpa kehilangan suara manusia di dalamnya. Kritik tidak hadir sebagai uraian yang dingin, tetapi melalui kegelisahan, kemarahan, ironi, pertanyaan, dan pengalaman manusia yang konkret.
Di dalamnya terdapat sejumlah sajak Rendra yang dikenal luas, termasuk “Sajak Joki Tobing untuk Widuri”—sajak yang mempertemukan pengalaman personal dengan kenyataan sosial yang lebih besar.
Pertama kali diterbitkan pada 1980, Potret Pembangunan dalam Puisi lahir dari konteks zamannya. Namun, membaca buku ini sekarang juga bisa menjadi pengalaman yang mengusik: beberapa persoalan yang disuarakan Rendra terasa belum sepenuhnya menjadi masa lalu.
Buku ini dilengkapi dengan pengantar dari A. Teeuw, salah satu kritikus dan ahli sastra Indonesia yang berpengaruh.
Untuk pembaca yang ingin mengenal W.S. Rendra bukan cuma sebagai penyair dengan suara dan penampilan panggung yang kuat, tetapi juga sebagai penyair yang tajam membaca masyarakatnya, Potret Pembangunan dalam Puisi adalah salah satu karya penting untuk dibaca.
Sebab kadang-kadang, puisi yang ditulis puluhan tahun lalu justru membuat kita bertanya: sudah sejauh apa keadaan benar-benar berubah?
Penulis: W.S. Rendra
Penerbit: Pustaka Jaya
ISBN: 9786232218437
Tahun terbit: 2022


Reviews
There are no reviews yet.