Dari Kamp Ke Kamp: Cerita Seorang Perempuan Lihat lebih detail

Khusus online

Dari Kamp Ke Kamp: Cerita Seorang Perempuan

Ini adalah sebuah buku yang terbilang langka: buku sejarah yang ditulis dengan jernih oleh seorang perempuan dalam kancah pergerakan politik di masa 1965. Mia Bustam adalah anggota Gerwani yang menuliskan pengalamannya selama dipenjarakan dari satu penjara ke penjara lainnya. Ia menuliskan pengalaman ini di hari tuanya dengan ingatan yang masih sangat baik.

Lebih detail

Rp‎ 65.000

Info lainnya

Ini adalah sebuah buku yang terbilang langka dalam khasanah perbukuan Indonesia, khususnya buku sejarah yang ditulis dengan jernih oleh seorang perempuan dalam kancah pergerakan politik di masa 1965. Mia Bustam adalah anggota Gerwani yang menuliskan pengalamannya selama dipenjarakan dari satu penjara ke penjara lainnya. Ia menuliskan pengalaman ini di hari tuanya dengan ingatan yang masih sangat baik.

Detil-detil peristiwa yang dialaminya sekian puluh tahun lalu ternyata terekam dengan kuat dalam ingatannya dan ia menuliskannya dengan bahasa dan gaya bercerita yang tidak kalah bagus dibandingkan karya para sastrawan. Mia Bustam melewatkan puluhan tahun dipenjarakan oleh rezim Orde Baru di sejumlah penjara perempuan atau tempat-tempat yang dijadikan sebagai penjara. Plantungan adalah salah satu tempat dimana Mia Bustam pernah mendekam sekian lama.

Lepas dari konteks ideologis, buku ini merupakan sebuah kontribusi penting dalam sejarah gelap yang tak banyak muncul di lembar sejarah resmi. Sejarah yang mungkin saja tak pernah terungkap jika orang-orang seperti Mia Bustam tidak menuliskannya.

Review

Belum ada review dari pelanggan.

Tulis komentar Anda

Dari Kamp Ke Kamp: Cerita Seorang Perempuan

Dari Kamp Ke Kamp: Cerita Seorang Perempuan

Ini adalah sebuah buku yang terbilang langka: buku sejarah yang ditulis dengan jernih oleh seorang perempuan dalam kancah pergerakan politik di masa 1965. Mia Bustam adalah anggota Gerwani yang menuliskan pengalamannya selama dipenjarakan dari satu penjara ke penjara lainnya. Ia menuliskan pengalaman ini di hari tuanya dengan ingatan yang masih sangat baik.